My University

Kamis, 04 April 2013

Tugas pertama Bahasa Inggris Bisnis 2


Nama   : Hanny Azhar N.R
NPM   : 11209556
Kelas   : 4EA02
Exercise A (skill 1-2)
5.   In a box on the top shelf of the cabinet in the hallway of the house.
      This sentence is wrong (w), because the sentence has no a subject and verb.
      Right = My sister puts some books in a box on the top shelf of the cabinet in the hallway of the house  
My sister(subject), puts(verb), some(plural), books(noun), in(preposition), a box(object of a preposition), the top shelf(adverb of place), the cabinet(noun), in the hallway of the house(adverb of place)
Exercise B (skill 1-2)
5.   Pleasantly greets everyone in all the offices every morning.
      This sentence is wrong (w), because the sentence has a verb greets but there is no subject.
 Right = She pleasantly greets everyone in all the offices every morning.
She(subject), pleasantly(adjective), greets(verb), everyone(object), in all the offices(adverb of place), every morning(adverb of time).
Toefl Exercise (skill 1-2)
6.   The large carotid artery _____ to the main parts of the brain.
      a. carrying blood                                       c. blood is carried
      b. carries blood                                          d. blood carries
      This sentence has a subject The large carotid artery but there is no verb. Because answer (B) carries blood, is a verb, it is the best answer. Answer (A) is incorrect because it is for to be (s+to be=am/are/is, was/were). Answer (C) is incorrect because the sentence already has a subject The large carotid artery and does not need the extra subject blood. Answer (D) is incorrect because this word is not in accordance with the sentence.
     

Sabtu, 01 Desember 2012

Tugas Ke-7 Softskill Etika Bisnis

Buruh PT Sanyo Menang

TEMPO Interaktif, Bekasi: Akhirnya perjuangan buruh PT Sanyo Indonesia menuai kemenangan. Hari ini, pengusaha menyatakan dengan sukarela mencabut kembali keputusan skors yang dijatuhkan kepada tiga pengurus inti Serikat Pekerja.

Keputusan pencabutan ini diumumkan di ruang pertemuan pabrik dengan disaksikan Iim Pengawas Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi. "Kami sudah masuk kembali per jam 9 tadi karena skorsing dicabut," kata Ramadhan, Sekretaris Serikat Pekerja, satu dari tiga korban.

Tadi pagi, rencananya buruh kembali ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi untuk menghadiri pertemuan dengan Komisi D yang juga mengundang PT Sanyo. Pertemuan segitiga itu urung, karena PT Sanyo memanggil Serikat Pekerja yang semula berkumpul di depan kawasan pabrik East Jakarta Industrial Park, Cikarang.

Keputusan PT Sanyo, kata Ramadhan, sangat tidak disangka sebelumnya. "Buruh diminta melupakan yang telah lalu dan belajar dari kondisi seperti ini," kata Ramadhan, buruh bagian Manajamen Sistem yang diskorsing sejak 5 Agustus.

Buruh juga diminta bekerja lebih baik lagi dan dapat bekerja sama dengan perusahaan seperti semula. Dalam pertemuan tertutup itu, kata Ramadhan, PT Sanyo menyadari terjadi kesalahpahaman.

"Dengan bahasa-bahasa diplomatis gitu. Tapi, yang jelas sekarang kami sudah bekerja kembali," ujarnya.

Keputusan ini disambut gembira buruh lainnya yang sejak Rabu (6/9) mogok kerja. Ismail, buruh Divisi Kompresor mengungkapkan, buruh kini telah kembali bekerja lagi di bagian masing-masing.

"Aksi hari ini sudah selesai. Kami senang. Tapi, kalau nanti pengusaha tetap merugikan kami, kami akan kembali demo lebih besar," kata dia.

Kemenangan buruh ini, kata Ismail, merupakan kemenangan perjuangan serikat pekerja seluruh Indonesia terhadap pengusaha yang sepihak. "Tidak boleh lagi ada tekanan dan intimidasi," kata dia.






Analisis

Dilihat dari sudut pandang buruh, buruh merupakan asset paling penting perusahaan, perlakuan tidak menyenangkan dari perusahaan terhadap buruh menyebabkan buruh memberikan tuntutan-tuntutan atas perbaikan nasib dan kesejahteraan mereka, sehingga yang menjadi jalan satu-satunya adalah turun ke jalan dengan melakukan demonstrasi, padahal setiap kali para buruh demonstrasi semakin banyak pihak yang dirugikan.

Dilihat dari sudut pandang pengusaha, pengusaha merupakan salah satu pihak yang paling dirugikan dari adanya demonstrasi buruh, karena proses produksi yang biasanya berlangsung setiap hari menjadi tersendat dikarenakan tuntutan yang belum terpenuhi. Selain itu keberhasilan perusahaan untuk bersaing dalam bisnis diperlukan para pekerja dengan kualitas tinggi.   

Dilihat dari sudut pandang pemerintah, pemerintah memiliki wewenang untuk menyelesaikan kasus antara pengusaha dengan pekerjanya, agar tidak terjadi perselisihan yang menimbulkan banyak kerugian bagi berbagai pihak. Kewajiban pemerintah menjamin keamanan dan kepastian hukum, baik bagi pengusaha/investor maupun buruh. Salah satu bentuk proteksi pemerintah adalah jaminan keamanan bagi investor asing dan investasinya dari kerugian yang ditimbulkan akibat demonstrasi buruh. Karena demonstrasi buruh, apalagi yang anarkistis, merugikan investor dan pada gilirannya juga merugikan buruh itu sendiri.

Sabtu, 10 November 2012

Tugas Ke-6 Softskill Etika Bisnis


Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu konsep yang dilakukan perusahaan untuk mempertanggung jawabkan sosial atau lingkungan dimana perusahaan itu berada yang kegiatannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta lingkungan disekitarnya, seperti pemberian beasiswa kepada anak yang tidak mampu, memberikan dana untuk fasilitas umum, memberikan sumbangan untuk masyarakat desa atau fasilitas bagi masyarakat, khususnya dimana perusahaan itu berada.

Manfaat CSR bagi masyarakat dan keuntungan bagi perusahaan, yaitu:
CSR akan berdampak baik bagi masyarakat tergantung dari orientasi dan kapasitas lembaga, organisasi lain juga pemerintah. Studi Bank Dunia (Howard Fox, 2002) menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSR meliputi pengembangan kebijakan yang menyehatkan pasar, keikutsertaan sumber daya, dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan insentif dan peningkatan kemampuan organisasi. Untuk Indonesia, bisa dibayangkan, pelaksanaan CSR membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepastian hukum, dan jaminan ketertiban sosial. Pemerintah dapat mengambil peran penting tanpa harus melakukan regulasi di tengah situasi hukum dan politik saat ini. Di tengah persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami Indonesia, pemerintah harus berperan sebagai koordinator penanganan krisis melalui CSR (Corporate Social Responsibilty).

CSR juga menguntungkan bagi perusahaan yaitu meningkatkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan di sekitarnya. Juga dapat mendorong karyawannya untuk berpartisipasi dalam sebuah komunitas untuk menciptakan etikad yang baik dalam komunitas atau organisasi serta secara langsung dapat meningkatkan citra perusahaan tersebut.

Contoh perusahaan yang telah menerapkan CSR:
Berikut ini artikel mengenai PT Telkomsel yang telah menerapkan CSR dalam dunia pendidikan,
Salah satu parameter sukses penerapan kegiatan corporate social responsibility (CSR) adalah pelaksanaan yang berkelanjutan. Hal itu pula yang menjadi prinsip dasar Telkomsel dalam mengimplementasikan program kegiatan CSR. Salah satunya adalah program CSR bidang pendidikan, ICT Guru sebagai salah satu aktivitas utama tanggung jawab sosial Telkomsel.

Telkomsel, tidak menempatkan CSR hanya sekedar komitmen, namun harus berkelanjutan dan terus memiliki nilai kreasi dan manfaat bagi negeri. Termasuk pada program CSR bidang pendidikan ICT Guru 2011. Tahun ini sasarannya selain guru matematika, juga melibatkan pengajar bidang fisika dan kimia. Dengan memperkenalkan pemanfaatan perangkat information and communications technology (ICT), kualitas dan kompetensi pengajar bidang tersebut dapat lebih ditingkatkan.”

Dari 22 kota se-Indonesia , di Kalimantan kegiatan ini akan dilaksanakan di kota Samarinda dan Palangkaraya.Di kota Samarinda, kegiatan ICT (Information Communications Technology) Educations Center diikuti oleh 122 lebih guru Fisika SMU sederajat dari kota Samarinda, Tenggarong dan Balikpapan yang dilaksanakan di Hotel Mesra Samarinda. Program ICT Education Center ini berupa pelatihan selama dua hari tentang pendekatan praktis terbaru pembelajaran Fisika yang diharapkan mampu membantu proses belajar mengajar di sekolah.

Selaras dengan komitmen Telkomsel untuk turut mengembangkan kualitas SDM di Indonesia melalui sektor pendidikan sesuai dengan core bisnis yang dimiliknya, maka program ICT Education Center juga menggunakan pendekatan kombinasi antara metode pembelajaran yang aktif dengan penerapan teknologi sebagai penunjang metode pembelajarannya. “Pelatihan dalam program ICT Educations Center khususnya dalam bidang studi Fisika ini dilaksanakan sebagai bentuk sharing knowledge atau berbagi pengetahuan bersama tentang cara baru dalam pembelajaran Fisika ,” ujar Thomas Anda Siaga selaku Manager Branch Samarinda, dalam press release yang diterima Gerbangkaltim, Rabu sore (27/7/2011).

Menurutnya, “Pemilihan guru Fisika sebagai target dalam pelatihan ini, dikarenakan mata pelajaran ini pada umumnya sangat ditakuti oleh siswa. Ketakutan para siswa ini akan diperparah jika guru Fisika dalam memberikan pengajaran tidak memberikan kemudahan pemahaman di bidang Fiska itu sendiri. Metode yang dibagi dalam pelatihan ini selaras sekaligus menunjang program Kementerian Pendidikan nasional bahkan ke arah sinergi. Saat ini Kementerian Pendidikan Nasional telah mengembangkan teknik metodologinya, sedangkan pelatihan ICT Education Center ini lebih menitikberatkan pada konten dengan banyak pendekatan termasuk dengan teknologi informasi dan komunikasi (ICT), sehingga materi pelajaran yang disampaikan ke siswa diharapkan lebih menyenangkan, lebih mudah penerapannya, sekaligus para guru nantinya akan selalu mendapatkan update bahan ajar untuk diimplementasikan di sekolah masing-masing melalui forum di website www.telkomselsahabatguru.com.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, di hari pertama peserta diberikan pelatihan meliputi: pre test scanning knowledge, overview modular dan ICT, edukasi situs www.telkomselsahabatguru.com, ICT untuk pelajaran terkait hingga bahan ajar berbentuk digital. Di hari kedua, materi yang diberikan berupa: modul ICT pelajaran terkait, membuat bahan ajar digital, dan diakhiri dengan sharing bahan ajar digital. Di hari ketiga akan dilakukan proses belajar bersama dan latihan soal dengan pelajar tingkat SMP dan SMU.

Inti program ICT Guru Telkomsel 2011 sendiri terbagi atas tiga kelompok besar aktivitas, yaitu: Off Air Event, mencakup pelatihan guru dan siswa, yang akan membahas tuntas mengenai bahan ajar serta update solusi (penyelesaian soal). Kemudian Online Retention Web Platform sebagai sesi diskusi mengenai ICT dengan materi berupa: sentra file bahan ajar, diseminasi online (coverage) dan forum. Selanjutnya pada tahap terakhir, V Books, peserta akan diperkenalkan dengan bahan ajar terkait berupa virtual pada website www.telkomselsahabatguru.com.

Melalui CSR ICT Guru dengan kemasan baru serta jangkauan lokasi dan peserta program yang lebih luas, Telkomsel optimis, kualitas dan kompetensi guru matematika, fisika, dan kimia akan dapat memenuhi standar pendidikan nasional yang mutunya terus ditingkatkan oleh pemerintah. Telkomsel berkomitmen untuk membangun generasi muda Indonesia dan mendorong masyarakat Indonesia untuk terus maju membangun bangsa. Karena Telkomsel hadir untuk Indonesia, Telkomsel Paling Indonesia.

“Sebagai kelanjutan pelatihan ICT Education Center ini, Telkomsel juga telah memberikan sebuah wadah bagi para guru di Indonesia untuk saling bertukar pikiran sekaligus berinteraksi dengan sesama guru di seluruh Indonesia. Aplikasi ini dapat diakses melalui internet dengan alamat www.telkomselsahabatguru.com, di mana dalam aplikasi tersebut akan tersedia bahan ajar, solusi dan simulasi pemecahan soal, latihan soal, video tutorial, e-book, tips dan trik menjawab soal matematika, Fisika dan Kimia dan forum komunikasi guru,” pungkas Thomas. Pelatihan ICT Education Center ini merupakan wujud dari CSR (Corporate Social Responsibilty) Telkomsel dalam bidang pendidikan serta internet sehat dengan menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran. “Guru sebagai figur yang akan membawa masa depan bangsa Indonesia, sekaligus sebagai leading role bagi pendidikan di Indonesia, harus mendapatkan sebuah peningkatan kualitas yang berkesinambungan,” tambah Thomas lagi.

Menurut Trainer ICT Program Telkomsel, selama dua hari pelatihan, pihaknya memberikan pendalaman materi termasuk sharing tentang masalah yang sering dihadapi guru, tes masuk perguruan tinggi dan yang paling penting adalah konten. Jika selama ini diknas lebih ke metodologi, kami mengambil metode yang berbeda. Yakni focus pada konten dengan banyak pendekatan, sehingga materi yang disampaikan nanti ke muird bisa lebih menyenangkan. Selain itu gurupun lebih mudah menerapkannya.
Dalam progam ITC ini, peserta akan mendapatkan metode pembelajaran yang efektif dengan cara penyampaian yang menarik. Selain itu peserta juga diberikan update bahan ajar, latihan soal, contoh soal berikut metode penyelesaian soal tambahan materi menjelang Ujian Nasional, UMPTN atau Olimpiade Fisika. Konten harus selalu di up-date setiap tahun. Kalau konten sudah dikuasai, mereka akan siap, tak perlu kesulitan menghadapi perubahan kurikulum. Gurunya pintar, muridpun akan pintar, jelasnya. Kegiatan pelatihan ICT ini dilakukan bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang merupakan wadah para guru tingkat SMP dan SMU di suatu kabupaten dan memiliki kesamaan pengajaran.



Analisis :
Menurut artikel diatas dapat disimpulkan kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan tersebut sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan. Program ini membantu para guru untuk menerapkan yang mereka dapat melalui pelatihan yang diadakan perusahaan tersebut untuk membantu para guru dalam sistem pengajaran di sekolah. Dengan adanya pelatihan ini para guru mengetahui cara pengajaran untuk mata pelajaran yang sulit dipahami oleh murid dapat menarik dan lebih menyenangkan bagi para murid.


Sumber :
http://www.usaha-kecil.com/pengertian_csr.html
http://gerbangkaltim.com/program-ict-telkomsel-bantu-122-guru-di-kaltim.html

Senin, 05 November 2012

Tugas ke 5 Softskill Etika bisnis

Jakarta - Saya melakukan pengisian pulsa elektrik Telkomsel untuk sebesar Rp 100 ribu pada tanggal 29 Oktober 2012, namun pada hari itu pulsa tidak masuk.

Pada saat pengecekan pulsa adalah sebesar Rp 111, lima menit kemudian saldo berubah menjadi Rp 0. Customer service mengatakan bahwa pada sistem Telkomsel pengisian pulsa telah berhasil dan saya diminta menunggu 1 x 24 jam untuk pengecekan.

Esok harinya saya menghubungi customer service lagi dan saya diminta untuk menunggu lagi selama 3 x 24 jam untuk pengecekan. Tanggal 1 November saya diminta untuk menunggu lagi selama 3 x 24 jam.

Saya menunggu niat baik Telkomsel untuk menanggapi keluhan saya. Terima kasih.


Analisis
berdasarkan keluhan konsumen terhadap produk tersebut diatas dapat disimpulkan pelanggaran UU Perlindungan Konsumen di antaranya :

* Pasal 4

Hak konsumen adalah :

a. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa.

c. Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa.

h. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.

* Pasal 7

Kewajiban pelaku usaha adalah :

g. Memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.



sumber :http://suarapembaca.detik.com/read/2012/11/05/124900/2081574/283/reload-pulsa-tidak-masuk-telkomsel-hanya-meminta-menunggu

Senin, 29 Oktober 2012

Tugas ke 4 Softskill etika bisnis

Good Corporate Governance (GCG)
Good Corporate Governance atau sering disingkat GCG adalah suatu praktik pengelolaan perusahaan secara amanah dan prudensial dengan mempertimbangkan keseimbangan pemenuhan kepentingan seluruh stakeholders. Dengan implementasi GCG / penerapan GCG, maka pengelolaan sumberdaya perusahaan diharapkan menjadi efisien, efektif, ekonomis dan produktif dengan selalu berorientasi pada tujuan perusahaan dan memperhatikan stakeholders approach.
Sejumlah negara juga mempunyai definisi tersendiri tentang GCG. Beberapa negara mendefinisikannya dengan pengertian yang agak mirip walaupun ada sedikit perbedaaan istilah. Kelompk negara maju (OECD), misalnya mendefinisikan GCG sebagai cara-cara manajemen perusahaan bertanggungjawab kepada shareholder-nya. Para pengambil keputusan di perusahaan haruslah dapat dipertanggungjawabkan, dan keputusan tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi shareholder lainnya. Karena itu fokus utama disini terkait dengan proses pengambilan keputusan dari perusahaan yang mengandung nilai-nilai transparency, responsibility, accountability, dan tentu saja fairness.
Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)
1. Transparansi, adalah keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materil dan relevan mengenai perusahaan.
2. Kemandirian, adalah pengelolaan perusahaan secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
3. Akuntabilitas, adalah kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organisasi yang memungkinkan pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
4. Pertanggungjawaban, adalah kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
5. Kewajaran, adalah perlakuan yang asli dan sama dalam memenuhi hak-hak stakeholders berdasarkan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Contoh Kasus Perusahaan yang menyimpang dari GCG :
KELANGKAAN BBM merupakan lagu lama yang sering kali berkumandang di negeri ini dan selalu akan bersenandung di masa-masa yang akan datang sepanjang masalah utamanya belum dapat teratasi. Di penghujung 2008 lalu dan awal 2009 kelangkaan BBM terutama premium dan solar masih dialami masyarakat karena kekosongan stock BBM di beberapa SPBU. Antrian kendaraan sudah merupakan pemandangan biasa bahkan banyak pengumuman “premium habis” atau “belum ada pasokan dari Pertamina”. Bahkan bila pengelola SPBU ditanya, mereka seenaknya menjawab kekosongan BBM karena belum datangnya pasokan dari Pertamina. Atas kelangkaan BBM ini, Pertamina sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dalam pengadaan BBM karena penugasan pemerintah sebagai pelaksana PSO -Public Service Obligation- beralasan kelangkaan BBM kali ini disebabkan adanya libur panjang akhir tahun dan masih terdapatnya kendala dalam aplikasi sistem baru pengadaan BBM secara online.
Kelangkaan BBM itu semakin mengancam dengan terbakarnya salah satu tanki penampung Premium Depo Pertamina di Plumpang 18 Januari 2009 lalu, walaupun dengan susah payah Pertamina masih dapat mencukupi kebutuhan BBM khususnya wilayah Jabodetabek.
Sebenarnya kalau kita lihat kelangkaan BBM saat itu dan alasan yang dikemukakan Pertamina, merupakan sekelumit masalah dari serentetan dan kompleksitasnya masalah dan kendala yang dihadapi Pertamina dalam penyediaan BBM. Ibarat gunung Es, hanya puncak gunung saja yang muncul di permukaan, sedangkan gunung Es yang maha besar tak terlihat karena masih terdapat di bawah permukaan air laut. Kalau toh suatu saat kelangkaan BBM terjadi dan dapat diatasi, itu sifatnya mungkin sementara ibarat sekeping batu Es yang terlepas dan muncul kepermukaan air laut dan kemudian mencair karena digoyang riak-riak kecil. Pada hal gunung Es yang besar masih kokoh di bawah permukaan air laut. Sehingga pengadaan BBM tepat waktu, tepat jumlah dan harga subsidi masih menghadang entah sampai kapanpun. Mengapa BBM Langka ? Mengurai penyebab kelangkaan BBM secara komprehensif, tentunya tidaklah mudah karena ibarat mengurai benang kusut yang sulit mencari ujung-pangkalnya. Walaupun demikian, dalam tulisan ini penulis akan mencoba mengurai dengan teori Supply dan Demand serta pengaruhnya terhadap distribusi yang menyebabkan terjadinya kelangkaan BBM di beberapa SPBU terutama yang jauh jangkauannya dari Depo Pertamina. Dari sisi supply kendala utama adalah ketersediaan minyak mentah -Crude oil- yang akan diolah oleh kilang Pertamina menjadi BBM. Saat ini dari 6 kilang Pertamina yang beroperasi -Satu kilang di Pangkalan Brandan telah ditutup- mampu mengolah minyak mentah lebih kurang 1 juta barrel perhari dari kebutuhan BBM 1,5 juta barrel perhari, sehingga sekitar 400.000-500.000 barrel harus diimpor baik dalam bentuk minyak mentah maupun BBM dengan harga internasional. Untuk pengadaan minyak mentah, kebutuhan BBM dalam negeri ini mengalami dua kendala utama yaitu semakin menurunnya produksi minyak mentah yang dihasilkan Pertamina maupun oleh kontraktor Asing atau KPS -Kontraktor Production Sharing- dan perubahan sistem pengawasan terhadap KPS.
Sebelum berlakunya Undang-Undang No.22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi -selanjutnya ditulis UU Migas-, pengawasan terhadap KPS dilakukan oleh Pertamina dan pasca berlakunya Undang-Undang yang meliberalisasi sektor migas di Indonesia ini pengawasan tersebut dilakukan oleh Badan Pelaksana Hulu Migas (BP Migas) yang dulunya disebut BALAK. Pada saat pengawasan KPS oleh Pertamina menjelang diberlakukannya UU Migas tahun 2001, produksi minyak mentah Indonesia mencapai sekitar 1,3 juta barrel perhari. Bahkan jika OPEC meminta penurunan produksi untuk mencegah turunnya harga minyak dunia, Indonesia masih bisa mengurangi produksi 200.000 - 300.000 barrel perhari tanpa mengganggu pengadaan BBM dalam negeri. Akan tetapi setelah pemberlakuan Undang-Undang Migas, produksi minyak mentah Indonesia menurun dari tahun ke tahun yang sampai saat ini hanya berkisar sekitar 850.000 barrel perhari. Jika produksi minyak mentah tak dapat ditingkatkan oleh BP Migas dan konsumsi BBM yang diperkirakan meningkat lebih kurang 10 % pertahun karena penambahan kendaraan bermotor dan kegiatan perekonomian, maka akan terjadi kelangkaan BBM karena Pemerintah tidak mungkin mengimpor BBM dengan jumlah banyak karena biaya subsidi akan membengkak dan membebani keuangan negara. Selain itu dengan beralihnya pengawasan KPS dari Pertamina ke BP Migas, Pertamina tidak bisa lagi “memaksa” KPS untuk menjual minyak mentahnya kepada Pertamina. Bahkan ada kecendrungan KPS lebih suka menjual minyaknya ke luar negeri dari pada ke Pertamina kecuali bagian dari Pemerintah. Dengan demikian kilang-kilang Pertamina kekurangan minyak mentah untuk diolah. Sebagai contoh apa yang dialami oleh Kilang Pertamina Unit Pengolahan III Plaju dengan kapasitas 140.000 barrel perhari hanya beroperasi dengan sekitar 90.000 barrel perhari saja karena kurangnya pasokan minyak mentah. Dengan terjadinya penurunan produksi minyak mentah dan terbatasnya impor dari sisi Supply serta semakin bertambahnya konsumsi BBM dari sisi Demand maka terjadilah tarik menarik antara Supply dan Demand. Sesuai dengan teori kalau Supply berkurang dan Demand bertambah maka akan mengakibatkan harga akan naik. Tetapi karena harga telah dipatok oleh Pemerintah maka tarik menarik Supply - Demand ini akan mengakibatkan terjadinya distorsi pada distribusi seperti terjadinya penyelundupan, pengoplosan dan penimbunan BBM karena di samping motif cari untung juga karena kekhawatiran masyarakat tidak mendapatkan BBM yang tentunya hal ini akan mengakibatkan terjadinya kelangkaan BBM di beberapa tempat. Distribusi BBM dari kilang ke depo/terminal Pertamina sampai ke SPBU dan agen atau pengecer rawan sekali terjadinya kendala teknis dan penyelewengan yang menyebabkan kelangkaan BBM. Dari 6 kilang Pertamina yang masih beroperasi sebagian sudah berumur tua dan banyak mengalami kendala dalam operasi karena hampir tidak ada peremajaan kilang secara signifikan. Selain itu juga belum ada investor yang mau membangun kilang minyak baru di Indonesia. Hal ini mungkin disebabkan karena di masa datang bisnis pengolahan minyak mentah menjadi BBM kurang menguntungkan bila dibanding dengan trader atau pedagang BBM. Mengolah minyak di kilang akan menimbulkan biaya dan resiko tinggi dibanding trader BBM yang cukup dengan menyewa tempat plus peralatan kantor dan tiga orang pegawai saja sudah dapat menjual BBM. Selain itu, juga terjadi kendala pengiriman BBM dari depo/terminal Pertamina ke SPBU dan dari SPBU ke agen atau pengecer terutama yang lokasinya jauh atau di daerah pedalaman. Pada jalur ini banyak terjadi kendala karena selain melalui pipa, BBM yang diangkut dengan mobil tanki, kereta api, kapal laut tentunya tidak terlepas dari keadaan alam. Di samping itu juga seringnya terjadi penyelewengan seperti penyelundupan, pengoplosan dan penimbunan yang kesemuanya itu tentu akan mengganggu ketersediaan BBM di masyarakat. Kita tidak asing lagi mendengar istilah kapal “kencing di laut” yaitu penyelundupan minyak dari kapal Indonesia keluar negeri melalui kapal asing yang ditransfer di tengah laut atau berita-berita terungkapnya kasus penimbunan BBM.

Analisa :
Menurut saya jika di lihat dari GCG, PT. Pertamina belum cukup baik. PT. Pertamina perlu mengawasi dan memperbaiki secara ketat sistem pendistribusian produk agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien, sehingga tidak terjadi penyulundupan, pengoplosan dan penimbunan yang semuanya akan mengganggu persediaan BBM di masyarakat.

Sumber :
http://www.dokterbisnis.net/2010/07/28/apa-itu-good-corporate-governance/
http://www.annualreports.co.id/prinsip-prinsip-good-corporate-governance-gcg-annual-report-pelindo-4-iv-tahun-2009.html
http://palembang.tribunnews.com/m/index.php/24/02/2009/kelangkaan-bbm-mengapa-dan-salah-siapa

Tugas ke 3 Softskill Etika Bisnis



Iklan pepsodent
Diawali dengan kalimat “pepsodent mempersembahkan gigi tetap kuat kini dan nanti” lalu dilanjutkan dengan seorang ibu yang menjelaskan menginginkan anaknya memiliki gigi yang kuat dimulai dari umur 7 tahun hingga 21 tahun giginya semakin akan kuat kini dan nanti. Seterusnya dijelaskan kandungan dari pasta gigi tersebut, dimulai dari memiliki kandungan mikro kalsium aktif dan pro fluoride kompleks yang membantu memperbaiki lubang yang kasat mata, kandungan ini juga melindungi gigi agar tahan lebih lama. Diakhir iklan narator berkata “gigi kuat kini dan nanti”.


Selasa, 25 September 2012

Tugas Pertama

Nama : Hanny Azhar N
NPM : 11209556
Kelas : 4EA02


Upacara Sekaten Kraton Yogyakarta
Di lingkungan Kraton Yogyakarta, setiap tahun diadakan upacara adat yaitu Sekaten atau lebih dikenal dengan Pasar Malam Perayaan Sekaten. Karena sebelum upacara Sekaten dimulai, terlebih dahulu diadakan kegiatan ‘pasar malam’ selama satu bulan penuh. Tradisi ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Demak (abad ke-16) dan diadakan setiap bulan Maulud, bulan ke-tiga dalam tahun Jawa, dengan lokasi di alun-alun Utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Asal usul istilah sekaten berasal dari kata ‘sekati’, yaitu nama dari 2 perangkat pusaka kraton berupa gamelan ‘Kanjeng kyai Sekati’ yang ditabuh dalam rangkaian peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. Pendapat lain menyampaikan bahwa Sekaten berasal dari kata suka dan ati (suka hati, senang hati) karena masyarakat menyambut hari Maulud dengan perasaan syukur dan bahagia pada perayaan pasar malam Sekaten di Alun-alun Utara.
Ada pendapat lain mengatakan bahwa Sekaten berasaldari kata ‘syahadataini’ dua kalimat dalam Syahadat Islam, yaitu syahadat tauhid ( Asyhadu Alla ila-ha-ilallah) yang berarti: “Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah” dan syahadat rasul ( Waasyhadu anna Muhammadarrosululloh ) yang berarti :” Saya bersaksi bahwa nabi Muhammad utusan Allah”.
Sebelum upacara Sekaten dilaksanakan, ada dua persiapan yaitu persiapan fisik dan spiritual. Persiapan fisik berupa peralatan dan perlengkapan upacara, yaitu Gamelan Sekaten, Gending Sekaten, sejumlah uang logam, sejumlah bunga kanthil, busana seragam Sekaten, samir untuk niyaga dan perlengkapan lainnya termasuk naskah riwayat Maulud Nabi Muhammad SAW.
Gamelan Sekaten adalah benda pusaka Kraton Yogyakarta yang disebut Kanjeng Kyai Sekati, yang terdiri dari dua rancak, yaitu Kanjeng Kyai Nogowilogo dan Kanjeng Kyai Guntur Madu. Gamelan Sekaten tersebut adalah warisan pusaka yang dibuat oleh Sunan Giri yang ahli dalam kesenian karawitan dan disebut sebagai gamelan dengan laras pelog yang pertama kali dibuat.
Persiapan spiritual dilakukan beberapa waktu menjelang upacara Sekaten. Para abdi dalem Kraton Yogyakarta yang akan terlibat dalam upacara, sebelumnya mempersiapkan mental dan batin untuk mengemban tugas sakral tersebut. Khususnya bagi para abdi dalem yang akan bertugas memukul gamelan Sekaten, mereka mensucikan diri dengan perpuasa dan siram jamas.
Upacara Sekaten dimulai tanggal 6 Maulud (Rabiulawal) pada sore hari dengan mengeluarkan gamelan Kanjeng Kyai Sekati dari tempat persemayamannya, Kanjeng Kyai Nogowilogo ditempatkan di Bangsal Trajumas dan Kanjeng Kyai Guntur Madu di Bangsal Srimanganti. Dua pasukan abdi dalem prajurit bertugas menjaga gamelan pusaka tersebut, yaitu prajurit Mantrijero dan prajurit Ketanggung. Dihalaman Kemandungan atau Keben banyak pedagang kecil berjualan kinang dan nasi wuduk.
Pada malam harinya, selesai waktu sholah Isya, para abdi dalem yang bertugas melaporkan kepada Sri Sultan bahwa upacara siap dimulai. Setelah abdi dalem mendapat perintah dan petunjuk dari Sri Sultan, maka dimulailah upacara sekaten dengan membunyikan gamelan Kanjeng Kyai Sekati.
Tepat waktu pukul 24.00 WIB, gamelan Sekaten dipindahkan ke halaman Masjid Agung Yogyakarta dengan dikawal kedua pasukan abdi dalem prajurit Mantrijero dan Ketanggung. Kanjeng Kyai Guntur Madu ditempatkan di pagongan sebelah selatan gapuran halaman Masjid Agung dan Kanjeng Kyai Nogowilogo di pagongan sebelah utara. Di halaman Masjid Agung, gamelan Sekaten dibunyikan terus menerus siang dan malam selama enam hari berturut-turut. kecuali pada Kamis malam hingga selesai sholat Jum’at siang harinya.
Pada tanggal 11 Maulud (Rabiulawal), mulai pukul 20.00 WIB., Sri Sultan datang ke Masjid Agung untuk menghadiri Upacara Maulud Nabi Muhammad SAW dengan membacakan naskah riwayat Maulud Nabi yang dibacakan oleh Kyai Penghulu. Upacara Maulud Nabi selesai pada pukul 24.00 WIB, dan setelah selesai upacara semua perangkat gamelan Sekaten diboyong kembali ke bangsal Kraton. Pemindahan gamelan menuju bangsal kraton ini merupakan tanda bahwa Upacara Maulud Nabi telah selesai dan keesokan harinya berganti dengan Upacara Grebeg Gunungan Sekaten.
Upacara Grebeg Gunungan sekaten dilaksanakan tepat tanggal 12 Maulud pada pagi hari sekitar pukul 09.00- 10.00 WIB. Masyarakat yang sudah menunggu dan sudah menginap semalam, serta yang datang mulai pagi usai sholat Subuh biasanya sudah menunggu di depan Kraton dan di Alun-alun Utara. Grebeg Muludan ini merupakan puncak peringatan Upacara Perayaan Sekaten. Gunungan yang berisi hasil bumi, yaitu beras ketan, makanan dan buah-buahan serta sayur-sayuran akan dibawa dari Istana Kemandungan melewati Sitihinggil dan Pagelaran menuju Masjid Agung. Setelah diadakan upacara Do’a di Masjid Agung, Gunungan yang melambangkan kesejahteraan atau kesuburan Kerajaan Mataram ini siap diperebutkan masyarakat diluar halaman masjid. Biasanya sebelum arakan Grebeg Gunungan sampai di Alun-alun , beberapa pasang Gunungan akan habis menjadi rebutan masyrakat dalam hitungan detik (peringkas ; Juniar H.)
 
Sumber : http://deburanombak.com/2011/02/upacara-sekaten-kraton-yogyakarta/


Pendahuluan
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki berbagai macam budaya dan tradisi dari masing-masing daerahnya. Setiap provinsi memiliki puluhan suku, yang setiap sukunya memiliki beberapa jenis bahasa dan beberapa tradisi. Salah satu dari banyaknya budaya yang ada di Indonesia yaitu upacara sekaten kraton Yogyakarta yang diadakan setiap maulud, pada bulan ketiga dalam tahun jawa, yang berlokasi di alun-alun Utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. 

Analisis
Sekaten memiliki nilai religi, sejarah, dan budaya dalam setiap prosesi ritualnya. Masyarakat jawa terkenal dengan adat ketimuran dan menjaga amanah dari para leluhurnya agar senantiasa melestarikan upacara adat. Penggunaan nama sekaten syarat makna dan nilai. kata sekaten diambil dari kata syahadat yang merupakan syarat keislaman seseorang. Di jawa kata syahadatain diucapkan dengan kata sekaten. Perayaan sekaten tidak terlepas dari peran penting masjid agung Demak yang didirikan walisanga. Masjid ini dijadikan sebagai tempat perayaan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Masyarakat jawa juga mempercayai bahwa Upacara sekaten kraton Yogyakarta dilakukan sebagai wujud syukur manusia atas pemberian allah swt, dengan cara membagikan hasil bumi kepada masyarakat yang terdiri dari beras ketan, makanan dan buah-buahan serta sayur-sayuran, sebelum di bagikan kepada masyarakat hasil bumi tersebut akan di bawa ke masjid agung untuk dibacakan do’a agar hasil bumi tersebut menjadi berkah bagi yang memakannya. Karena itu banyak masyarakat yang memperebutkan hasil bumi tersebut, yang dipercaya mereka sebagai sebuah berkah dari yang maha kuasa.