Nama : Hanny Azhar N
NPM : 11209556
Kelas: 3EA02
Judul Artikel Cara Merawat Kucing Persia
Penulis: Admin
Penerbit: www.google.com
Tanggal Penerbitan: 21 November, 2011
Tema:Tentang Binatang Peliharaan
Ringkasan Artikel:
Hari-hari ini, kucing Persia adalah salah satu keturunan yang paling populer dari kucing. Terkenal karena kepribadian mereka yang lembut dan manis dan rambut panjang mereka, kucing Persia memiliki fitur yang sangat menarik. Mereka adalah sahabat besar bagi hampir siapa pun, dan tidak terlalu menuntut. Tidak seperti keturunan lain, seperti berkembang biak Siam, keturunan Persia membutuhkan perhatian sangat sedikit.
Meskipun putih adalah warna biasanya terkait dengan kucing Persia, mereka benar-benar datang dalam berbagai warna lain juga. Selama kompetisi, mereka dibagi menjadi tujuh divisi warna – padat, perak dan emas, kucing, teduh dan asap, particolor, bicolor, dan Himalaya. Tidak peduli apa warna kucing Persia mungkin, mereka terbaik melihat selama kompetisi oleh mantel panjang dan mengalir.
Kucing Persia harus selalu disimpan di dalam rumah, untuk melindungi mantel mereka. Jika mereka bepergian ke luar, mereka dengan mudah dapat merusak mantel mereka. Mereka juga perlu disikat setiap hari dengan sisir logam, atau mantel mereka dapat menjadi kusut, yang akan menyebabkan hairballs. Anda akan perlu mandi kucing Persia Anda secara teratur juga, untuk membantu melindungi mantelnya. Mandi bekerja paling baik bila kucing masih muda, karena akan membuatnya terbiasa. Mandi tidak boleh diabaikan, karena akan menjaga kucing mantel Anda terlihat bersih dan sehat. Meskipun beberapa keturunan dapat menjaga mantel mereka sendiri, Persia tidak bisa. Bulu mereka panjang dan padat dan Anda harus laki-laki mereka setiap hari untuk memastikan mantel mereka tetap sehat.
Berkembang biak Persia lembut dan manis, bergaul dengan semua orang yang hebat – termasuk anak-anak. Mereka memiliki suara yang menyenangkan yang selalu baik untuk mendengar. Menggunakan suara mereka dan mata mereka, mereka dapat berkomunikasi dengan baik dengan pemiliknya. Mereka sangat menyenangkan, namun mereka tidak memerlukan banyak perhatian. Mereka mencintai Namun perhatian, dan kasih yang dikagumi. Tidak seperti kucing lainnya, mereka tidak memanjat dan melompat sama sekali. Mereka tidak merusak baik, mereka hanya senang menjadi dikagumi dan tergeletak di sekitar. Sebagian besar waktu, kucing Persia suka berjemur di matahari dan menunjukkan pada orang lain betapa mereka benar-benar indah.
Meskipun keturunan yang paling dapat disimpan di dalam ruangan atau di luar, kucing Persia harus selalu disimpan di dalam dan tidak pernah diizinkan untuk pergi ke luar rumah. Menjaga mereka dalam dengan melindungi mantel dan juga menjaga penyakit dan parasit yang umum menjauh dari mereka juga. Anda tidak perlu khawatir tentang mobil atau anjing baik jika Anda tetap di dalam hewan peliharaan Anda.
Untuk memastikan bahwa hewan peliharaan Anda tetap sehat Persia, Anda harus selalu membawanya ke dokter hewan pada dasar tahunan. Jika dirawat dengan baik, seperti perawatan, tembakan, dan pemeriksaan, kucing Persia bisa hidup selama 20 tahun. Satu hal Anda harus menyadari yang umum dengan Persia adalah mata mereka. Mata mereka sangat besar dan kadang-kadang bisa terlalu banyak untuk kucing untuk membersihkan. Ini adalah masalah umum dengan sehat berkembang biak, dan harus diperiksa secara teratur untuk memastikan bahwa itu tidak keluar dari kontrol.
Ketika Anda membandingkan dengan ras Persia lain, Anda akan melihat bahwa Persia adalah salah satu termudah untuk menjaga. Anda tidak perlu khawatir tentang hal-hal seperti melompat atau memanjat, seperti Persia tidak suka melakukan keduanya. Yang Anda harus lakukan adalah pakan kucing Anda dan laki-laki dia atau dia di setiap hari. Meskipun perawatan dapat cukup sedikit pekerjaan dalam jangka panjang – itu bernilai baik ketika Anda memiliki kucing yang sehat Persia indah. (Sumber: www.TeksArtikelBahasaInggris.com)
Keunggulan:
Artikel ini memberikan pengetahuan tentang cara yang baik untuk merawat kucing Persia, dan membantu pembaca yang menyukai hewan ini agar melakukan perawatan yang baik untuk kucing kesayangan mereka. Selain itu artikel ini memberikan ciri khusus yang ada pada kucing Persia, mereka memiliki bulu yang tebal, bulu mereka berwarna perak, emas dan putih. Kucing ini dibandingkan dengan kucing jenis lainnya, adalah salah satu kucing yang termudah untuk dijaga. Kucing Persia tidak menyukai melompat dan memanjat. Kucing ini terkenal karena kepribadian mereka yang lembut dan manis dan rambut panjang mereka, kucing Persia memiliki fitur yang sangat menarik. Mereka adalah sahabat besar bagi hampir siapa pun, dan tidak terlalu menuntut. Tidak seperti keturunan lain, seperti berkembang biak Siam, keturunan Persia membutuhkan perhatian sangat sedikit.
Kelemahan:
Artikel ini tidak memiliki gambar kucing yang dimaksud
Pendapat akhir/saran:
Artikel ini memberikan manfaat bagi para pecinta kucing untuk memberikan perawatan yang terbaik untuk hewan peliharaan mereka. Seharusnya artikel ini mencantumkan gambar hewan tersebut untuk memberikan detail yang jelas mengenai hewan ini.
Minggu, 18 Maret 2012
Selasa, 15 November 2011
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan produk elektronik laptop di kalangan mahasiswa
Nama : Hanny Azhar Noorrahmi
NPM : 11209556
Kelas : 3EA02
Mata kuliah : Softskill Perilaku Konsumen 1
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan produk elektronik LAPTOP di kalangan mahasiswa.
Dilihat dari berbagai faktor-faktor yaitu diantaranya:
Faktor Budaya
Seiring perkembangan zaman makin banyak pula alternatif produk yang dapat dipilih konsumen. Begitu pula yang terjadi pada pasar barang-barang elektronik seperti antara lain notebook dan laptop. Saat ini penggunaan laptop dikalangan anak muda yang didominasi oleh mahasiswa semakin meluas, bahkan sudah menjadi suatu kebutuhan personal. Hal ini disebabkan manfaat yang diperoleh dari penggunaan laptop tersebut antara lain dapat membantu penyelesaian tugas-tugas belajar mereka.
Faktor Psikologi
Pengguna Laptop pada kalangan mahasiswa biasanya memiliki keterbatasan dana, tetapi mahasiswa tersebut mempunyai keinginan terhadap laptop yang benar-benar memiliki kemampuan kerja yang tinggi. Hal ini karena mahasiswa sifatnya dinamis, bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, didalam dan diluar ruangan dan sangat intensif dalam hal penggunaan laptop. Umumnya digunakan sebagai penunjang kegiatan akademis dan memiliki media hiburan. Model laptop yang digemari umumnya adalah ringan, tidak mahal, dan memiliki media penyimpanan praktis seperti tas berbentuk ransel/backpack. Model/bentuk dan warna sering menjadi pertimbangan bagi kalangan mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang memiliki minat atau hobi berhubungan dengan komputer atau teknologi informasi. Semua hal ini tergantung dari persepsi mahasiswa tersebut dalam pengolahan informasi yang diterima pancaindera. Ada kalanya untuk melakukan keputusan pembelian, mahasiswa membutuhkan waktu yang lama untuk pencarian informasi dari berbagai sumber, supaya dapat mengurangi perasaan ketidakpuasan pasca pembelian dan ada juga sebagian mahasiswa lainnya tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pencaharian informasi tentang produk laptop.
Faktor Sosial
Dalam hal ini pembelajaran mahasiswa tentang pembelian laptop sering terbentuk dari pengalaman dirinya sendiri atau dari pengalaman teman atau keluarganya setelah membeli produk tersebut sehingga dapat mempengaruhi perilaku pembeliannya.
NPM : 11209556
Kelas : 3EA02
Mata kuliah : Softskill Perilaku Konsumen 1
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan produk elektronik LAPTOP di kalangan mahasiswa.
Dilihat dari berbagai faktor-faktor yaitu diantaranya:
Faktor Budaya
Seiring perkembangan zaman makin banyak pula alternatif produk yang dapat dipilih konsumen. Begitu pula yang terjadi pada pasar barang-barang elektronik seperti antara lain notebook dan laptop. Saat ini penggunaan laptop dikalangan anak muda yang didominasi oleh mahasiswa semakin meluas, bahkan sudah menjadi suatu kebutuhan personal. Hal ini disebabkan manfaat yang diperoleh dari penggunaan laptop tersebut antara lain dapat membantu penyelesaian tugas-tugas belajar mereka.
Faktor Psikologi
Pengguna Laptop pada kalangan mahasiswa biasanya memiliki keterbatasan dana, tetapi mahasiswa tersebut mempunyai keinginan terhadap laptop yang benar-benar memiliki kemampuan kerja yang tinggi. Hal ini karena mahasiswa sifatnya dinamis, bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, didalam dan diluar ruangan dan sangat intensif dalam hal penggunaan laptop. Umumnya digunakan sebagai penunjang kegiatan akademis dan memiliki media hiburan. Model laptop yang digemari umumnya adalah ringan, tidak mahal, dan memiliki media penyimpanan praktis seperti tas berbentuk ransel/backpack. Model/bentuk dan warna sering menjadi pertimbangan bagi kalangan mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang memiliki minat atau hobi berhubungan dengan komputer atau teknologi informasi. Semua hal ini tergantung dari persepsi mahasiswa tersebut dalam pengolahan informasi yang diterima pancaindera. Ada kalanya untuk melakukan keputusan pembelian, mahasiswa membutuhkan waktu yang lama untuk pencarian informasi dari berbagai sumber, supaya dapat mengurangi perasaan ketidakpuasan pasca pembelian dan ada juga sebagian mahasiswa lainnya tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pencaharian informasi tentang produk laptop.
Faktor Sosial
Dalam hal ini pembelajaran mahasiswa tentang pembelian laptop sering terbentuk dari pengalaman dirinya sendiri atau dari pengalaman teman atau keluarganya setelah membeli produk tersebut sehingga dapat mempengaruhi perilaku pembeliannya.
Kamis, 13 Oktober 2011
Tugas ke 2 Softskill Perilaku Konsumen
Tugas SOFTSKILL Perilaku Konsumen
Nama : Hanny Azhar N
NPM : 11209556
NPM : 11209556
Kelas : 3EA02
Pertanyaan :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsumen dan ciri-ciri konsumen?
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsumen dan ciri-ciri konsumen?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan perilaku konsumen?
3. Jelaskan penggunaan segmentasi pasar dalam penetapan strategi pemasaran?
4. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen untuk pembelian ulang suatu produk?
Jawaban :
- Pengertian Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatubarang dan jasa dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menurut pengertian Pasal 1 angka 2 UU PK, “Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.”
Ciri-ciri konsumen menurut kotler (2000) :
a. Loyal terhadap produk
Konsumen yang pas cenderung loyal dimana mereka akan membeli ulang dari produsen yang sama.
b. Adanya komunikasi dari mulut ke mulut yang bersifat positif
Komunikasi dari mulut ke mulut (Word of Mouth Communication) yang bersifat positif yaitu rekomendasi kepada calon konsumen lain dan mengatakan hal-hal yang baik mengenai produk dan perusahaan
c. Perusahaan menjadi pertimbangan utama ketika membeli merek lain ketika konsumen ingin membeli produk yang lain, maka perusahaan yang telah memberikan kepuasan kepadanya akan menjadi pertimbangan yang utama.
2. Perilaku Konsumen
Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus ). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
3. Menentukan segmentasi pasar adalah langkah yang harus dilakukan sebelum Anda menjual suatu produk dijual ke pasar. Hal tersebut terkait dengan penentuan sasaran yang dinilai prospektif dalam strategi pemasaran. Penentuan segmentasi pasar dilakukan dengan cara memecah beberapa konsumen yang prospek menjadi bagian kecil. Secara umum, ada beberapa panduan yang digunakan dalam menentukan segmentasi pasar yaitu terdiri atas :
Berdasarkan Karakter Psikografi
Antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan memiliki gaya hidup yang berbeda. Masalah gaya hidup masyarakat di suatu daerah juga merupakan salah satu faktor penentuan segmentasi pasar berdasarkan gaya hidup. Pada dasarnya suatu komunitas masyarakat memiliki suatu karakter khusus yang tidak dimiliki oleh komunitas lain. Keberadaan karakter tersebut akan dipelihara terus oleh masyarakat. Realitas seperti itu dapat dijadikan sebagai peluang bisnis karena segala penampilan dan gaya hidup merupakan suatu hal yang terkait dengan komoditas. Misalnya, kita berada pada komunitas bikers yagn sedang booming akhir-akhir ini. Komoditas yang terkait dengan kegiatan tersebut merupakan peluang. Komoditas tersebut dapat berupa accesoris sepede, komponen dan lain sebagainya.
Berdasarkan Karakter Demografi
Salah satu faktor penentuan segmentasi yang memiliki prospek terbaik adalah segmentasi berdasarkan umur konsumen. Penentuan pasar akan dipengaruhi kebiasaan pada umur-umur tertentu dalam mengonsumsi suatu produk. Dengan gambaran tersebut maka konsumen akan terpisah menjadi bagian-bagian yang kecil. Di mana setiap bagian kecil tersebut memiliki peluang kesuksesan yang sama. Namun, Anda harus menentukan konsumen dengan kisaran umur yang menjadi sasaran pemasaran. Dengan begitu karakter demografi menentukan pasar dengan mengacu produk dan umur.
Berdasarkan Karakter Geografi
Penentuan segmentasi pasar berdasarkan kekhasan suatu daerah yaitu produk yang disukai oleh suatu masyarakat terkait keberadaannya di suatu daerah merupakan peluang bagus bagi pebisnis. Salah satunya, terkait perdagangan produk furnitur. Jika Anda mendapatkan pesanan dari suatu daerah maka Anda harus menyesuaikan konsep pesanan tersebut dengan kekhasan daerah tersebut.
Berdasarkan Karakter Variabel Penggunaan Produk
Penentuan berdasarkan karakter variabel penggunaan produk, pada prinsipnya penentuan segmentasi pasar kali ini dikaitkan dengan gejala yang ada di masyarakat. Saat ini kebutuhan akan produk Teknologi dan komunikasi merupakan kebutuhan penting bagi sebagian besar masyarakat, terutama dikota-kota besar. Selain itu, alat komunikasi tersebut dinilai memiliki arti penting. Namun, dibalik realitas seperti itu terdapat suatu tren. Tren tersebut terkait dengan penggunaan salah satu merek/produk tertentu.
4. Swastha dan Irawan (2001) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi minat membeli berhubungan dengan perasaan dan emosi, bila seseorang merasa senang dan puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat membeli, ketidakpuasan biasanya menghilangkan minat.
Super dan Crites (Lidyawatie, 1998) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat, yaitu :
a. Perbedaan pekerjaan, artinya dengan adanya perbedaan pekerjaan seseorang dapat diperkirakan minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan, penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain.
b. Perbedaan sosial ekonomi, artinya seseorang yang mempunyai sosial ekonomi tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkannya daripada yang mempunyai sosial ekonomi rendah.
c. Perbedaan hobi atau kegemaran, artinya bagaimana seseorang menggunakan waktu senggangnya.
d. Perbedaan jenis kelamin, artinya minat wanita akan berbeda dengan minat pria, misalnya dalam pola belanja.
e. Perbedaan usia, artinya usia anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua akan berbeda minatnya terhadap suatu barang, aktivitas benda dan seseorang.
Sedangkan menurut Kotler, Bowen, dan Makens (1999) terdapat dua faktor yang mempengaruhi minat beli seseorang dalam proses pengambilan keputusan pembelian, yaitu situasi tidak terduga (Unexpected situation) dan sikap terhadap orang lain (Respect to Others)
Super dan Crites (Lidyawatie, 1998) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat, yaitu :
a. Perbedaan pekerjaan, artinya dengan adanya perbedaan pekerjaan seseorang dapat diperkirakan minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan, penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain.
b. Perbedaan sosial ekonomi, artinya seseorang yang mempunyai sosial ekonomi tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkannya daripada yang mempunyai sosial ekonomi rendah.
c. Perbedaan hobi atau kegemaran, artinya bagaimana seseorang menggunakan waktu senggangnya.
d. Perbedaan jenis kelamin, artinya minat wanita akan berbeda dengan minat pria, misalnya dalam pola belanja.
e. Perbedaan usia, artinya usia anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua akan berbeda minatnya terhadap suatu barang, aktivitas benda dan seseorang.
Sedangkan menurut Kotler, Bowen, dan Makens (1999) terdapat dua faktor yang mempengaruhi minat beli seseorang dalam proses pengambilan keputusan pembelian, yaitu situasi tidak terduga (Unexpected situation) dan sikap terhadap orang lain (Respect to Others)
Sabtu, 01 Oktober 2011
Tugas Softskill Perilaku Konsumen
Tugas Softskill Perilaku Konsumen
Nama : Hanny Azhar Noorrahmi
NPM : 11209556
Kelas : 3EA02
saya mencari sebuah sabun colek dengan merk x di supermarket namun saya tidak menemukan barang tersebut lalu saya bertanya kepada pelayan ia berkata sabun colek yang saya cari habis hanya ada sabun batangan dengan merk x. Kelebihan dari produk sabun colek yang saya cari membuat cucian menjadi lebih bersih dan harum dengan sekali pemakaian. kekurangan dari produk ini dengan sedikit pemakaian saja bisa menghasilkan banyak busa yang mengharuskan membilas cucian hingga 2 sampai 3 kali bilasan bila tidak akan berbekas putih pada pakaian yang saya cuci. Namun selain sabun colek merk x saya juga melihat sabun bermerk y dengan kualitas yang menurut pengalaman saya tidak lebih baik dari sabun merk x. Jadi saya memilih membeli sabun batangan bermerk x dengan kualitas yang sama dengan sabun colek bermerk x. selain itu harganya lebih murah dari sabun colek bermerk y.
Rabu, 06 Juli 2011
Pengenalan Keanekaragaman Budaya di Indonesia
Kebudayaan mempunyai arti yang sangat luas. Kebudayaan adalah hasil karya pemikiran manusia yang dilakukan secara sadar dalam hidup bermasyarakat. Semua yang merupakan hasil usaha buah budinya manusia merupakan kebudayaan. Hasil usaha pemikiran atau karya-karya yang memiliki nilai-nilai keindahan disebut kesenian.
Pada diri manusia menimbulkan ilmu pengetahuan. Denganj akal pikirannya, manusia selalu mencari, mencoba, menyelidiki, dan akhirnya menemukan sesuatu yang baru. Dengan panca indra manusia dapat mengembangkan rasa keindahan (estetika), dan ini dapat menimbulkan karya-karya seni atau kesenian. Manusia selalu menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan, dan kebahagian. Unsur ketiga, yaitu karsa (kemauan) menimbulkan kehidupan luhur seperti kehidupan beragama dan kesusilaan.
Dengan cipta, rasa dan karsa itu maka manusia berbudaya. Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa: Kebudayaan ialah buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat.
a. Berbagai Corak Budaya Daerah
Corak kebudayaan suatu masyarakat atau bangsa sangat erat hubungannya dengan corak kehidupan masyarakat atau bangsanya. Suatu masyarakat yang hidup sebagai nelayan dan perdagangan samudera akan melahirkan kebudayaan maritim. Suatu masyarakat yang hidup di daerah steppa atau padang rumput akan mengembangkan kebudayaan nomadis, kebudayaan masyarakat penggembala, dan sebagainya. Di wilayah Indonesia yang sangat luas ini ketiga corak kebudayaan tersebut banyak kita dapati.
Dari berbagai media koran, majalah, radio, televisi, seringkali kita saksikan keanekaragaman budaya daerah. Kesenian daerah itu membuktikan kekayaan budaya bangsa kita. Berjenis-jenis tarian, lagu, cerita, drama, tenunan, ukir-ukiran, dan sebagainya terdapat di Indonesia. Ada tarian seudati dan tarian saman dari Aceh, tari tor-tor dari tapanuli, tari serimpi dari Jawa Tengah, tari jaipongan dari Jawa Barat dan masih banyak lagi yang lainnya. Gamelan dari Jawa dan Sunda, Gending sriwijaya dari Sumatra Selatan, orkes bambu dari tanah toraja, kolintang dari Sulawesi Utara menjadi kekayaan budaya bangsa. Kebudayaan dan kesenian yang beraneka ragam menggambarkan kehidupan masyarakat indonesia.
Dengan banyaknya suku bangsa, maka ragam pula keseniannya. Walaupun demikian, masih terlihat adanya kesamaan-kesamaan. Hal ini disebabkan bangsa Indonesia adalah seketurunan di samping hidup dalam lingkungan yang hampir sama. Misalnya sebagian besar penduduk Indonesia adalah petani sehingga melahirkan budaya agraris. Sambil menunggu panen tiba, seringkali diisi dengan berbagai hiburan, misalnya karapan sapi di madura, tari maengket dari menado, Degung dari sunda, dan lain-lain. Sesudah waktu panen banyak kita lihat kegiatan perkawinan maupun khitanan. Pada kesempatan itulah kita lihat adanya wayang kulit, wayang golek, topeng dan hiburan yang lainnya. Itulah berbagai corak kebudayaan Indonesia yang lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Indonesia.
b. Seni Budaya Nasional
Dalam penjelasan UUD 1945 dinyatakan bahwa yang dimaksud budaya nasional ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat indonesia seluruhnya termasuk kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia.
Untuk membangun budaya nasional Indonesia diperlukan segala sari-sari serta puncak-puncak kebudayaan yang terdapat di seluruh daerah Indonesia yang dipergunakan sebagai modal dan isinya. kemudian dikembangkan, diperkaya dengan unsur-unsur baru yang kita butuhkan dalam kehidupan dewasa ini, yaitu usaha-usaha pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Di Jawa Timur misalnya kita mengenal kesenian yang disebut ludruk, agar ludruk itu dapat dimengerti oleh penduduk luar pulau jawa maka digunakanlah bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantarnya. Wayang tidak hanya digemari oleh masyarakat jawa, tetapi juga digemari oleh masyarakat di luar pulau jawa, bahkan orang-orang luar negeri pun ikut mempelajarinya. Tari pendet dari bali sekarang tidak hanya dipelajari oleh remaja dari bai, tetapi dipelajari juga oleh remaja dari jawa, sumatra, dan lain-lain.
Tari-tarian daerah dan lagu-lagu daerah sudah menjadi milik kita bersama. Kesenian daerah dari manapun asalnya sudah tidak lagi merupakan kesenian suku, tetapi kita terima sebagai kesenian nasional.
Pada diri manusia menimbulkan ilmu pengetahuan. Denganj akal pikirannya, manusia selalu mencari, mencoba, menyelidiki, dan akhirnya menemukan sesuatu yang baru. Dengan panca indra manusia dapat mengembangkan rasa keindahan (estetika), dan ini dapat menimbulkan karya-karya seni atau kesenian. Manusia selalu menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan, dan kebahagian. Unsur ketiga, yaitu karsa (kemauan) menimbulkan kehidupan luhur seperti kehidupan beragama dan kesusilaan.
Dengan cipta, rasa dan karsa itu maka manusia berbudaya. Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa: Kebudayaan ialah buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat.
a. Berbagai Corak Budaya Daerah
Corak kebudayaan suatu masyarakat atau bangsa sangat erat hubungannya dengan corak kehidupan masyarakat atau bangsanya. Suatu masyarakat yang hidup sebagai nelayan dan perdagangan samudera akan melahirkan kebudayaan maritim. Suatu masyarakat yang hidup di daerah steppa atau padang rumput akan mengembangkan kebudayaan nomadis, kebudayaan masyarakat penggembala, dan sebagainya. Di wilayah Indonesia yang sangat luas ini ketiga corak kebudayaan tersebut banyak kita dapati.
Dari berbagai media koran, majalah, radio, televisi, seringkali kita saksikan keanekaragaman budaya daerah. Kesenian daerah itu membuktikan kekayaan budaya bangsa kita. Berjenis-jenis tarian, lagu, cerita, drama, tenunan, ukir-ukiran, dan sebagainya terdapat di Indonesia. Ada tarian seudati dan tarian saman dari Aceh, tari tor-tor dari tapanuli, tari serimpi dari Jawa Tengah, tari jaipongan dari Jawa Barat dan masih banyak lagi yang lainnya. Gamelan dari Jawa dan Sunda, Gending sriwijaya dari Sumatra Selatan, orkes bambu dari tanah toraja, kolintang dari Sulawesi Utara menjadi kekayaan budaya bangsa. Kebudayaan dan kesenian yang beraneka ragam menggambarkan kehidupan masyarakat indonesia.
Dengan banyaknya suku bangsa, maka ragam pula keseniannya. Walaupun demikian, masih terlihat adanya kesamaan-kesamaan. Hal ini disebabkan bangsa Indonesia adalah seketurunan di samping hidup dalam lingkungan yang hampir sama. Misalnya sebagian besar penduduk Indonesia adalah petani sehingga melahirkan budaya agraris. Sambil menunggu panen tiba, seringkali diisi dengan berbagai hiburan, misalnya karapan sapi di madura, tari maengket dari menado, Degung dari sunda, dan lain-lain. Sesudah waktu panen banyak kita lihat kegiatan perkawinan maupun khitanan. Pada kesempatan itulah kita lihat adanya wayang kulit, wayang golek, topeng dan hiburan yang lainnya. Itulah berbagai corak kebudayaan Indonesia yang lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Indonesia.
b. Seni Budaya Nasional
Dalam penjelasan UUD 1945 dinyatakan bahwa yang dimaksud budaya nasional ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat indonesia seluruhnya termasuk kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia.
Untuk membangun budaya nasional Indonesia diperlukan segala sari-sari serta puncak-puncak kebudayaan yang terdapat di seluruh daerah Indonesia yang dipergunakan sebagai modal dan isinya. kemudian dikembangkan, diperkaya dengan unsur-unsur baru yang kita butuhkan dalam kehidupan dewasa ini, yaitu usaha-usaha pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Di Jawa Timur misalnya kita mengenal kesenian yang disebut ludruk, agar ludruk itu dapat dimengerti oleh penduduk luar pulau jawa maka digunakanlah bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantarnya. Wayang tidak hanya digemari oleh masyarakat jawa, tetapi juga digemari oleh masyarakat di luar pulau jawa, bahkan orang-orang luar negeri pun ikut mempelajarinya. Tari pendet dari bali sekarang tidak hanya dipelajari oleh remaja dari bai, tetapi dipelajari juga oleh remaja dari jawa, sumatra, dan lain-lain.
Tari-tarian daerah dan lagu-lagu daerah sudah menjadi milik kita bersama. Kesenian daerah dari manapun asalnya sudah tidak lagi merupakan kesenian suku, tetapi kita terima sebagai kesenian nasional.
Jumat, 17 Juni 2011
Inilah Posisi Tidur Enak Bikin Bebas Pegal
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak dipungkiri pentingnya tidur untuk kesehatan. Namun ternyata tidur bukan perkara memejamkan mata saja. Salah memilih posisi tidur bisa menyebabkan Anda terbangun dalam keadaan pegal atau leher kaku dan sakit. Simak posisi tidur yang harus dilakukan dan mana yang harus dihindari. Tidur terlentang
Posisi tidur ini sangat ideal untuk mencegah nyeri pada leher dan punggung, mengurangi refluks asam lambung, meminimalkan keriput serta menjaga bentuk payudara agar tak mudah kendur.
Sayangnya posisi tidur terlentang ini bisa menyebabkan ngorok. Untuk mereka yang sering mendengkur disarankan untuk menggunakan bantal yang empuk agar kepala dan leher tidak tersangga terlalu tinggi. Tidur terlentang juga sering menyebabkan nyeri punggung, karena itu letakkan bantal di bawah lutut sehingga tungkai agak tertekuk. Bila alas tidur terlalu empuk, taruhlah papan setebal kira-kira 1 cm di bawah seprai.
Tidur miring
Secara umum posisi tidur miring bagus untuk kesehatan karena efektif untuk mengurangi ngorok. Posisi tidur dengan lutut ditekuk dan agak diangkat ke arah dada dengan menjepit bantal sangat dianjurkan untuk mencegah nyeri punggung.
Posisi tidur miring merupakan posisi tidur yang paling nyaman untuk ibu hamil. Selain melancarkan sirkulasi darah, saat perut semakin membesar, posisi tidur terlentang bisa membuat sesak napas.
Kelemahan dari posisi tidur ini adalah mempercepat timbulnya kerutan di wajah. "Semua tekanan akan berada pada satu sisi yang menghadap bantal. Posisi ini juga menyebabkan payudara cepat kendur," kata Dr.Roshini Rajapaksa, editor kesehatan majalah Health.
Posisi melengkung
Posisi tidur dengan posisi menyamping dengan lutut di tekuk dan agak diangkat ke arah dada seperti posisi janin sangat tidak dianjurkan. "Posisi melengkung ini akan menekan diafragma sehingga bisa mengganggu pernapasan," kata Dody Chang, ahli akupuntur dari Center for Integrative Medicine, AS.
Ia menambahkan, posisi tidur melengkung ini juga bisa menyebabkan nyeri punggung, wajah keriput lebih cepat, serta payudara mengendur. Kendati begitu posisi tidur ala janin ini sering dirasa nyaman oleh ibu hamil.
Tidur tengkurap
Untuk mereka yang sering mengeluh nyeri punggung, sebaiknya menghindari posisi tidur tengkurap, kecuali perut diberi ganjalan bantal. Posisi tidur seperti ini sulit menjaga posisi netral untuk tulang punggung.
Tidur tengkurap akan memberi tekanan pada sendi dan otot-otot sehingga mengiritasi saraf dan menyebabkan nyeri, serta kebas. Selain itu dalam posisi ini kepala akan berada pada satu sisi dalam waktu lama sehingga leher akan pegal.
Posisi tidur ini sangat ideal untuk mencegah nyeri pada leher dan punggung, mengurangi refluks asam lambung, meminimalkan keriput serta menjaga bentuk payudara agar tak mudah kendur.
Sayangnya posisi tidur terlentang ini bisa menyebabkan ngorok. Untuk mereka yang sering mendengkur disarankan untuk menggunakan bantal yang empuk agar kepala dan leher tidak tersangga terlalu tinggi. Tidur terlentang juga sering menyebabkan nyeri punggung, karena itu letakkan bantal di bawah lutut sehingga tungkai agak tertekuk. Bila alas tidur terlalu empuk, taruhlah papan setebal kira-kira 1 cm di bawah seprai.
Tidur miring
Secara umum posisi tidur miring bagus untuk kesehatan karena efektif untuk mengurangi ngorok. Posisi tidur dengan lutut ditekuk dan agak diangkat ke arah dada dengan menjepit bantal sangat dianjurkan untuk mencegah nyeri punggung.
Posisi tidur miring merupakan posisi tidur yang paling nyaman untuk ibu hamil. Selain melancarkan sirkulasi darah, saat perut semakin membesar, posisi tidur terlentang bisa membuat sesak napas.
Kelemahan dari posisi tidur ini adalah mempercepat timbulnya kerutan di wajah. "Semua tekanan akan berada pada satu sisi yang menghadap bantal. Posisi ini juga menyebabkan payudara cepat kendur," kata Dr.Roshini Rajapaksa, editor kesehatan majalah Health.
Posisi melengkung
Posisi tidur dengan posisi menyamping dengan lutut di tekuk dan agak diangkat ke arah dada seperti posisi janin sangat tidak dianjurkan. "Posisi melengkung ini akan menekan diafragma sehingga bisa mengganggu pernapasan," kata Dody Chang, ahli akupuntur dari Center for Integrative Medicine, AS.
Ia menambahkan, posisi tidur melengkung ini juga bisa menyebabkan nyeri punggung, wajah keriput lebih cepat, serta payudara mengendur. Kendati begitu posisi tidur ala janin ini sering dirasa nyaman oleh ibu hamil.
Tidur tengkurap
Untuk mereka yang sering mengeluh nyeri punggung, sebaiknya menghindari posisi tidur tengkurap, kecuali perut diberi ganjalan bantal. Posisi tidur seperti ini sulit menjaga posisi netral untuk tulang punggung.
Tidur tengkurap akan memberi tekanan pada sendi dan otot-otot sehingga mengiritasi saraf dan menyebabkan nyeri, serta kebas. Selain itu dalam posisi ini kepala akan berada pada satu sisi dalam waktu lama sehingga leher akan pegal.
Senin, 23 Mei 2011
adat Istiadat di bali
Upacara Ngaben Bali
Ngaben adalah upacara penyucian atma (roh) fase pertama sbg kewajiban suci umat Hindu Bali terhadap leluhurnya dengan melakukan prosesi pembakaran jenazah. Seperti yg tulis di artikel ttg pitra yadnya, badan manusia terdiri dari badan kasar, badan halus dan karma. Badan kasar manusia dibentuk dari 5 unsur yg disebut Panca Maha Bhuta yaitu pertiwi (zat padat), apah (zat cair), teja (zat panas) bayu (angin) dan akasa (ruang hampa). Kelima unsur ini menyatu membentuk fisik manusia dan digerakan oleh atma (roh). Ketika manusia meninggal yg mati adalah badan kasar saja, atma-nya tidak. Nah ngaben adalah proses penyucian atma/roh saat meninggalkan badan kasar.
Ada beberapa pendapat ttg asal kata ngaben. Ada yg mengatakan ngaben dari kata beya yg artinya bekal, ada juga yg mengatakan dari kata ngabu (menjadi abu), dll.
Dalam Hindu diyakini bahwa Dewa Brahma disamping sbg dewa pencipta juga adalah dewa api. Jadi ngaben adalah proses penyucian roh dgn menggunakan sarana api sehingga bisa kembali ke sang pencipta yaitu Brahma. Api yg digunakan adalah api konkrit untuk membakar jenazah, dan api abstrak berupa mantra pendeta utk mem-pralina yaitu membakar kekotoran yg melekat pada atma/roh.
Upacara Ngaben atau sering pula disebut upacara Pelebon kepada orang yang meninggal dunia, dianggap sangat penting, ramai dan semarak, karena dengan pengabenan itu keluarga dapat membebaskan arwah orang yang meninggal dari ikatan-ikatan duniawinya menuju sorga, atau menjelma kembali ke dunia melalui rienkarnasi. Karena upacara ini memerlukan tenaga, biaya dan waktu yang panjang dan besar, hal ini sering dilakukan begitu lama setelah kematian.
Untuk menanggung beban biaya, tenaga dan lain-lainnya, kini masyarakat sering melakukan pengabenan secara massal / bersama. Jasad orang yang meninggal sering dikebumikan terlebih dahulu sebelum biaya mencukupi, namun bagi beberapa keluarga yang mampu upacara ngaben dapat dilakukan secepatnya dengan menyimpan jasad orang yang telah meninggal di rumah, sambil menunggu waktu yang baik. Selama masa penyimpanan di rumah itu, roh orang yang meninggal menjadi tidak tenang dan selalu ingin kebebasan.
Hari baik biasanya diberikan oleh para pendeta setelah melalui konsultasi dan kalender yang ada. Persiapan biasanya diambil jauh-jauh sebelum hari baik ditetapkan. Pada saat inilah keluarga mempersiapkan "bade dan lembu" terbuat dari bambu, kayu, kertas yang beraneka warna-warni sesuai dengan golongan atau kedudukan sosial ekonomi keluarga bersangkutan.
Prosesi ngaben dilakukan dgn berbagai proses upacara dan sarana upakara berupa sajen dan kelengkapannya sbg simbol-simbol seperti halnya ritual lain yg sering dilakukan umat Hindu Bali. Ngaben dilakukan untuk manusia yg meninggal dan masih ada jenazahnya, juga manusia meninggal yg tidak ada jenazahnya spt orang tewas terseret arus laut dan jenazah tdk diketemukan, kecelakaan pesawat yg jenazahnya sudah hangus terbakar, atau spt saat kasus bom Bali 1 dimana beberapa jenazah tidak bisa dikenali karena sudah terpotong-potong atau jadi abu akibat ledakan.
Untuk prosesi ngaben yg jenazahnya tidak ada dilakukan dengan membuat simbol dan mengambil sekepal tanah dilokasi meninggalnya kemudian dibakar. Banyak tahap yg dilakukan dalam ngaben. Dimulai dari memandikan jenazah, ngajum, pembakaran dan nyekah. Setiap tahap ini memakai sarana banten (sesajen) yg berbeda-beda. Ketika ada yg meninggal, keluarganya akan menghadap ke pendeta utk menanyakan kapan ada hari baik utk melaksanakan ngaben. Biasanya akan diberikan waktu yg tidak lebih dari 7 hari sejak hari meninggalnya.
Setelah didapat hari H (pembakaran jenazah), maka pihak keluarga akan menyiapkan ritual pertama yaitu nyiramin layon(memandikan jenazah). Jenazah akan dimandikan oleh kalangan brahmana sbg kelompok yg karena status sosialnya mempunyai kewajiban untuk itu. Selesai memandikan, jenazah akan dikenakan pakaian adat Bali lengkap. Selanjutnya adalah prosesi ngajum, yaitu prosesi melepaskan roh dengan membuat simbol2 menggunakan kain bergambar unsur2 penyucian roh.
Pada hari H-nya, dilakukan prosesi ngaben di kuburan desa setempat. Jenazah akan dibawa menggunakan wadah, yaitu tempat jenazah yg akan diusung ke kuburan. Wadah biasanya berbentuk padma sbg simbol rumah Tuhan. Sampai dikuburan, jenazah dipindahkan dari wadah tadi ke pemalungan, yaitu tempat membakar jenazah yg terbuat dari batang pohon pisang ditumpuk berbentuk lembu.
Disini kembali dilakukan upacara penyucian roh berupa pralina oleh pendeta atau orang yg dianggap mampu untuk itu (biasanya dari clan brahmana). Pralinaadalah pembakaran dgn api abstrak berupa mantra peleburan kekotoran atma yg melekat ditubuh. Kemudian baru dilakukan pembakaran dgn menggunakan api kongkrit. Jaman sekarang sudah tidak menggunakan kayu bakar lagi, tapi memakai api dari kompor minyak tanah yg menggunakan angin.
Umumnya proses pembakaran dari jenazah yg utuh menjadi abu memerlukan waktu 1 jam. Abu ini kemudian dikumpulkan dalam buah kelapa gading untuk dirangkai menjadi sekah. Sekah ini yg dilarung ke laut, karena laut adalah simbol dari alam semesta dan sekaligus pintu menuju ke rumah Tuhan. Demikian secara singkat rangkaian prosesi ngaben di Bali. Ada catatan lain yaitu utk bayi yg berumur dibawah 42 hari dan atau belum tanggal gigi, jenazahnya harus dikubur. Ngabennya dilakukan mengikuti ngaben yg akan ada jika ada keluarganya meninggal.
Status kelahiran kembali roh orang yang meninggal dunia berhubungan erat dengan karma dan perbuatan serta tingkah laku selama hidup sebelumnya. Secara umum, orang Bali merasakan bahwa roh yang lahir kembali ke dunia hanya bisa di dalam lingkaran keluarga yang ada hubungan darah dengannya. Lingkaran hidup mati bagi orang Bali adalah karena hubungannya dengan leluhurnya.
Setiap orang tahu bahwa di satu saat nanti dia akan menjadi leluhur juga, yang di dalam perjalannya di dunia lain harus dipercepat dan mendapatkan perhatian cukup bila sewaktu-waktu nanti kembali menjelma ke Pulau yang dicintainya, Pulau Bali.
NGUREK
Ngaben adalah upacara penyucian atma (roh) fase pertama sbg kewajiban suci umat Hindu Bali terhadap leluhurnya dengan melakukan prosesi pembakaran jenazah. Seperti yg tulis di artikel ttg pitra yadnya, badan manusia terdiri dari badan kasar, badan halus dan karma. Badan kasar manusia dibentuk dari 5 unsur yg disebut Panca Maha Bhuta yaitu pertiwi (zat padat), apah (zat cair), teja (zat panas) bayu (angin) dan akasa (ruang hampa). Kelima unsur ini menyatu membentuk fisik manusia dan digerakan oleh atma (roh). Ketika manusia meninggal yg mati adalah badan kasar saja, atma-nya tidak. Nah ngaben adalah proses penyucian atma/roh saat meninggalkan badan kasar.
Ada beberapa pendapat ttg asal kata ngaben. Ada yg mengatakan ngaben dari kata beya yg artinya bekal, ada juga yg mengatakan dari kata ngabu (menjadi abu), dll.
Dalam Hindu diyakini bahwa Dewa Brahma disamping sbg dewa pencipta juga adalah dewa api. Jadi ngaben adalah proses penyucian roh dgn menggunakan sarana api sehingga bisa kembali ke sang pencipta yaitu Brahma. Api yg digunakan adalah api konkrit untuk membakar jenazah, dan api abstrak berupa mantra pendeta utk mem-pralina yaitu membakar kekotoran yg melekat pada atma/roh.
Upacara Ngaben atau sering pula disebut upacara Pelebon kepada orang yang meninggal dunia, dianggap sangat penting, ramai dan semarak, karena dengan pengabenan itu keluarga dapat membebaskan arwah orang yang meninggal dari ikatan-ikatan duniawinya menuju sorga, atau menjelma kembali ke dunia melalui rienkarnasi. Karena upacara ini memerlukan tenaga, biaya dan waktu yang panjang dan besar, hal ini sering dilakukan begitu lama setelah kematian.
Untuk menanggung beban biaya, tenaga dan lain-lainnya, kini masyarakat sering melakukan pengabenan secara massal / bersama. Jasad orang yang meninggal sering dikebumikan terlebih dahulu sebelum biaya mencukupi, namun bagi beberapa keluarga yang mampu upacara ngaben dapat dilakukan secepatnya dengan menyimpan jasad orang yang telah meninggal di rumah, sambil menunggu waktu yang baik. Selama masa penyimpanan di rumah itu, roh orang yang meninggal menjadi tidak tenang dan selalu ingin kebebasan.
Hari baik biasanya diberikan oleh para pendeta setelah melalui konsultasi dan kalender yang ada. Persiapan biasanya diambil jauh-jauh sebelum hari baik ditetapkan. Pada saat inilah keluarga mempersiapkan "bade dan lembu" terbuat dari bambu, kayu, kertas yang beraneka warna-warni sesuai dengan golongan atau kedudukan sosial ekonomi keluarga bersangkutan.
Prosesi ngaben dilakukan dgn berbagai proses upacara dan sarana upakara berupa sajen dan kelengkapannya sbg simbol-simbol seperti halnya ritual lain yg sering dilakukan umat Hindu Bali. Ngaben dilakukan untuk manusia yg meninggal dan masih ada jenazahnya, juga manusia meninggal yg tidak ada jenazahnya spt orang tewas terseret arus laut dan jenazah tdk diketemukan, kecelakaan pesawat yg jenazahnya sudah hangus terbakar, atau spt saat kasus bom Bali 1 dimana beberapa jenazah tidak bisa dikenali karena sudah terpotong-potong atau jadi abu akibat ledakan.
Untuk prosesi ngaben yg jenazahnya tidak ada dilakukan dengan membuat simbol dan mengambil sekepal tanah dilokasi meninggalnya kemudian dibakar. Banyak tahap yg dilakukan dalam ngaben. Dimulai dari memandikan jenazah, ngajum, pembakaran dan nyekah. Setiap tahap ini memakai sarana banten (sesajen) yg berbeda-beda. Ketika ada yg meninggal, keluarganya akan menghadap ke pendeta utk menanyakan kapan ada hari baik utk melaksanakan ngaben. Biasanya akan diberikan waktu yg tidak lebih dari 7 hari sejak hari meninggalnya.
Setelah didapat hari H (pembakaran jenazah), maka pihak keluarga akan menyiapkan ritual pertama yaitu nyiramin layon(memandikan jenazah). Jenazah akan dimandikan oleh kalangan brahmana sbg kelompok yg karena status sosialnya mempunyai kewajiban untuk itu. Selesai memandikan, jenazah akan dikenakan pakaian adat Bali lengkap. Selanjutnya adalah prosesi ngajum, yaitu prosesi melepaskan roh dengan membuat simbol2 menggunakan kain bergambar unsur2 penyucian roh.
Pada hari H-nya, dilakukan prosesi ngaben di kuburan desa setempat. Jenazah akan dibawa menggunakan wadah, yaitu tempat jenazah yg akan diusung ke kuburan. Wadah biasanya berbentuk padma sbg simbol rumah Tuhan. Sampai dikuburan, jenazah dipindahkan dari wadah tadi ke pemalungan, yaitu tempat membakar jenazah yg terbuat dari batang pohon pisang ditumpuk berbentuk lembu.
Disini kembali dilakukan upacara penyucian roh berupa pralina oleh pendeta atau orang yg dianggap mampu untuk itu (biasanya dari clan brahmana). Pralinaadalah pembakaran dgn api abstrak berupa mantra peleburan kekotoran atma yg melekat ditubuh. Kemudian baru dilakukan pembakaran dgn menggunakan api kongkrit. Jaman sekarang sudah tidak menggunakan kayu bakar lagi, tapi memakai api dari kompor minyak tanah yg menggunakan angin.
Umumnya proses pembakaran dari jenazah yg utuh menjadi abu memerlukan waktu 1 jam. Abu ini kemudian dikumpulkan dalam buah kelapa gading untuk dirangkai menjadi sekah. Sekah ini yg dilarung ke laut, karena laut adalah simbol dari alam semesta dan sekaligus pintu menuju ke rumah Tuhan. Demikian secara singkat rangkaian prosesi ngaben di Bali. Ada catatan lain yaitu utk bayi yg berumur dibawah 42 hari dan atau belum tanggal gigi, jenazahnya harus dikubur. Ngabennya dilakukan mengikuti ngaben yg akan ada jika ada keluarganya meninggal.
Status kelahiran kembali roh orang yang meninggal dunia berhubungan erat dengan karma dan perbuatan serta tingkah laku selama hidup sebelumnya. Secara umum, orang Bali merasakan bahwa roh yang lahir kembali ke dunia hanya bisa di dalam lingkaran keluarga yang ada hubungan darah dengannya. Lingkaran hidup mati bagi orang Bali adalah karena hubungannya dengan leluhurnya.
Setiap orang tahu bahwa di satu saat nanti dia akan menjadi leluhur juga, yang di dalam perjalannya di dunia lain harus dipercepat dan mendapatkan perhatian cukup bila sewaktu-waktu nanti kembali menjelma ke Pulau yang dicintainya, Pulau Bali.
NGUREK
Ngurek adalah atraksi menusuk diri dengan menggunakan senjata keris, ini berlangsung ketika para pelaku berada dalam keadaan kerasukan (diluar kesadaran). Ngurek berkaitan erat dengan ritual keagamaan bahkan disejumlah desa adat di Bali tradisi ini wajib dilangsungkan. Ngurek bisa disebut juga dengan Ngunying, Ngurek merupakan wujud bakti seseorang yang dipersembahkan kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
Ngurek termasuk dalam upacara Dewa Yadnya yaitu pengorbanan/persembahan suci yang tulus ihklas. Menurut ajaran agama Hindu, Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia, mahluk hidup beserta isinya berdasarkan atas Yadnya, maka dengan itu manusia di harapkan dapat memelihara, mengembangkan dan mengabdikan diri nya kepada Sang Pencipta yakni Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
Ngurek berasal dari kata ‘urek’ yang berarti lobangi atau tusuk, jadi Ngurek dapat diartikan berusaha melobangi atau menusuk bagian tubuh sendiri dengan keris, tombak atau alat lainnya saat berada dalam kondisi kerasukan. Karena Ngurek dilakukan dalam kondisi kerasukan atau diluar kesadaran, maka roh lain yang masuk ketubuh akan memberi kekuatan, sehingga orang yang melakukan Ngurek ini menjadi kebal, dan ini merupakan suatu keunikan sekaligus misteri yang sulit dijelaskan.
Tradisi Ngurek tidak tahu kapan mulai dilakukan, konon ini terjadi pada jaman kejayaan kerajaan. Saat itu sang raja ingin membuat pesta yang tujuannya untuk menunjukkan rasa syukur kepada Sang Pencipta dan sekaligus menyenangkan hati para prajuritnya. Setelah dilakukan sejumlah upacara, kemudian memasuki tahap hiburan, mulai dari sabung ayam, hingga tari-tarian yang menunjukkan kedigdayaan para prajurit, maka dari tradisi ini munculah Tari Ngurek atau Tari Ngunying.
Ngurek, menusuk diri dengan keris dalam keadaan kerasukan atau tidak sadar ini pada zamannya hanya dilakukan oleh para pemangku, namun kini orang yang melakukan Ngurek tak lagi dibedakan statusnya,bisa pemangku, penyungsung pura, anggota krama desa, tokoh masyarakat, laki-laki dan perempuan. Tapi suasananya tetap yaitu mereka melakukannya dalam keadaan kerasukan atau trance. Kendati keris yang terhunus itu ditancapkan ketubuh, namun tidak setitikpun darah yang keluar atau terluka.
Ngurek ini biasa dilakukan di luar kompleks pura utama. Sebelum Ngurek dilakukan, biasanya Barong dan Rangda serta para pepatih yang kerasukan itu keluar dari dalam kompleks pura utama dan mengelilingi wantilan pura sebanyak 3 kali. Saat melakukan hal itulah, para pepatih mengalami titik kulminasi spiritual tertinggi.
Kerasukan dalam Ngurek, biasanya terjadi setelah melakukan proses ritual. Untuk mencapai klimaks kerasukan, mereka harus melakukan beberapa tahapan. Tahapan-tahapan tersebut secara garis besar dibagi menjadi tiga yang terdiri dari:
1. Nusdus adalah merangsang para pelaku ngurek dengan asap yang beraroma harum menyengat agar segera kerasukan.
- Masolah merupakan tahap menari dengan iringan lagu-lagu dan koor kecak atau bunyi-bunyian gamelan.
- Ngaluwur berarti mengembalikan pelaku ngurek pada jati dirinya
Masuknya roh kedalam diri para pengurek ini ditandai oleh keadaan: badan menggigil, gemetar, mengerang dan memekik, dengan di iringi suara gending gamelan, para pengurek yang kerasukan, langsung menancapkan senjata, biasanya berupa keris pada bagian tubuh di atas pusar seperti dada, dahi, bahu, leher, alis dan mata, walaupun keris tersebut ditancapkan dan ditekan kuat kuat secara berulang ulang, jangankan berdarah, tergores pun tidak kulit para pengurek tersebut, roh yang ada didalam tubuh para pengurek ini menjaga tubuh mereka agar kebal, tidak mempan dengan senjata.
Ngurek mempunyai gaya masing-masing, ada yang berdiri sembari menancapkan keris ke bagian tubuh, seperti dada atau mata, ada pula yang bersandar di pelinggih. Setelah upacara selesai, para pelaku ngurek kembali ke kompleks pura utama.
Ngurek mempunyai gaya masing-masing, ada yang berdiri sembari menancapkan keris ke bagian tubuh, seperti dada atau mata, ada pula yang bersandar di pelinggih. Setelah upacara selesai, para pelaku ngurek kembali ke kompleks pura utama.
Tradisi Ngurek ini merupakan kebiasaan masyarakat Bali, dimana saat upacara mengundang roh leluhur dilakukan, para roh diminta untuk berkenan memasuki badan orang-orang yang telah ditunjuk, dan menjadi sebuah tanda, bahwa roh-roh yang diundang telah hadir di sekitar mereka. Tradisi Ngurek juga dipercaya, untuk mengundang Ida Bhatara dan para Rencang-Nya, berkenan menerima persembahan ritual saat upacara. Jika orang-orang yang ditunjuk sudah kerasukan dan mulai Ngurek, maka masyarakat bisa mengetahui dan meyakini kalau Ida Bhatara sudah turunnya ke marcapada (dunia), maka umat yang mengikuti prosesi ritual kian mantap dengan semangat bhaktinya.
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa, apa pun yang kita lakukan dengan pasrah, berserah diri dan ihklas kepada Sang Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa), maka akan mendapat anugrah dan karunia.
Langganan:
Postingan (Atom)